Rekor USK Safari Ramadan Ke FMIPA dan FKP
Di Post Oleh : Admin Tanggal : 30/04/2021 Dibaca 119 Kali

Rektor Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng kembali melaksanakan Safari Ramadan secara daring. Pada kesempatan ini, Rektor bersilaturahmi sekaligus mendengarkan aspirasi dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP). (Banda Aceh, 28 April 2021).

Dekan FMIPA USK, Dr. Teuku Mohammad Iqbalsyah, M.Sc dalam sambutannya melaporkan, selama pandemi Covid-19 pihaknya mengalami sejumlah kendala dalam menjalankan beberapa program. Di luar itu, persoalan fungsi gedung menjadi sorotan.

"Sejak kami menempati gedung baru, satu tahun lebih sedikit, mulai muncul problem belakangan. Kami ingin mengatasi itu secara fisik secepatnya sehingga tidak merembet. Tapi kami punya keterbatasan pendanaan. Kami butuh dukungan dari Universitas," kata Dr. Teuku Mohammad Iqbalsyah.

Sementara itu, Dekan FKP, Prof. Dr. Muchlisin Z.A, S.Pi, M.Sc menyampaikan, persoalan laboratorium (lab) yang kecil berdampak terhadap mahasiswa yang melakukan penelitian. Space-nya terbatas. Kondisi tersebut, membuat pihaknya menyiasati keadaan agak persoalan itu teratasi. Di samping itu, persoalan lift yang rusak juga dibicarakan.

"Kondisi lab yang demikian, terpaksa atas inisiatif dan izin dekan, agak ditarik ke belakang. Sehingga pemandangan agak terganggu sedikit. Kami berharap, bila memungkinkan kita tambah sedikit, kita cor dan bikin pagar. Soal lift, sudah dua kali rusak, yang pertama sudah kita perbaiki, yang kedua belum," beber Prof. Muchlisin Z.A.

Kondisi lab ini, berdampak terhadap penelitian mahasiswa, seperti saat mereka memelihara ikan. Jika labnya terlalu jauh dengan induk, ikannya bisa mati, kurang aman. Hal ini, berpotensi besar penelitian mahasiswa bisa gagal dan mereka harus mengulang dari awal.

Laporan dari kedua dekan itu langsung direspon Rektor USK. Terkait gedung, kata Prof. Samsul, pihak universitas sudah berusaha seoptimal mungkin. Bangunan yang tampak indah lagi kekinian seperti sekarang ini, tidak terlepas dari upaya mengevaluasi dari rancangan awal, dari yang desain (awalnya) kotak-kotak oleh konsultan, menjadi seperti sekarang.

"Alhamdulillah berubah, tidak kotak-kotak. Hal-hal yang kurang di gedung FMIPA kita benahi. Aula, tahun ini kita perbaiki," tegas Prof. Samsul Rizal.
Untuk lift sendiri, Rektor berharap adanya maintenance terus menerus. Ke depan, pihak USK akan bekerja sama dengan ahli di bidangnya agar persoalan lift tuntas. Mengingat, di USK lift tidak hanya ada di FMIPA, tetapi di beberapa fakultas lainnya. Ke depan, penggunaan lift akan menggunakan card, dimana dosen dengan umur 50-an ke atas menjadi prioritas.

"Seperti lift di Fakultas Ekonomi (FE), penggunaannya memakai card. Ke depan, di fakultas lain kita rencanakan pakai card juga. Dosen yang muda, umur 30-an naik tangga, saya lebih suka tangga bisa berolahraga, dan kita bisa cek jantung kita. Sedangkan dosen 50-an menjadi prioritas dengan menggunakan card," jelas Rektor USK.

Terakhir, Prof. Samsul Rizal memberikan apresiasi terhadap fakultas tersebut, karena capaian penelitian dan pengabdian masyarakatnya yang tinggi. Rektor berharap capaian ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan, sebab berdampak besar bagi tumbuh kembang USK.

"Alhamdulillah saya bangga terhadap FMIPA dan FKP yang penelitiannya banyak. Dari jumlah dosen dan penelitian, salah satu yang tertinggi. Kita kekurangan di SINTA satu atau dua, tapi alhamdulillah kalau Scopus sudah lebih dari 1000. Itu disumbangkan oleh dua fakultas ini," pujinya.

Prof. Samsul Rizal menginginkan setiap satu dosen, bisa menyumbangkan satu penelitian. Dengan begitu, USK bisa menutupi kekurangan penelitian dari sosial. Target tahun ini ada 1000 penelitian. Dikatakannya, optimistis target tersebut.

Top