sejarah

FAKULTAS KELAUTAN DAN PERIKANAN - Impian dan tuntutan akan hadirnya Fakultas Kelautan dan Perikanan di Universitas Syiah Kuala sudah lama ada, hal ini mengingat Aceh kaya akan sumberdaya alam laut dan perikanan namun sayangnya potensi ini belum optimal pemanfaatan dan pengelolaannya, salah satu sebabnya minimnya sumberdaya perikanan dan kelautan yang berkualitas tinggi.

Usaha nyata dan sungguh-sungguh untuk menghadirkan impian ini mulai ditempuh pada masa kepemimpinan Rektor Alm. Prof. Dr. Dayan Dawood, M.A., yaitu ditandai dengan didirikannya Pusat Studi Kelautan pada awal tahun 1997 yang di Ketuai Oleh Dr. Syamsul Rizal dan Sekretaris Muchlisin Z.A., S.Pi. Pusat studi ini kemudian berganti nama menjadi Pusat Studi Kelautan dan Perikanan (PSKP) dengan Ketua Dr. Syamsul Rizal dan Sekretaris Dr. Musri Musman. Pada masa itu pusat studi ini dimotori oleh beberapa orang dosen dari Fakultas MIPA diantaranya Dr. Syamsul Rizal, Dr. Musri Musman, Muchlisin Z.A., S.Pi, Muhammadar, ST dan Muhammad Irham, S.Si dan beberapa dosen lainnya. Salah satu misi penting pusat studi ini adalah untuk merintis pembukaan program studi baru bidang kelautan di Unsyiah, sebagai cikal bakal pendirian Fakultas Kelautan dan Perikanan nantinya.

Berkat kerja keras tim yang tergabung dalam pusat studi ini, akhirnya Pemerintah dalam hal ini Dirjen Dikti mengeluarkan izin operasional untuk pembukaan Program Studi baru untuk Jurusan Ilmu Kelautan di Unsyiah yaitu berdasarkan SK Nomor 1615/D/T/2003 tanggal 31 Juli 2003. Berpedoman pada SK Dirjen Dikti tersebut, Rektor Unsyiah menetapkan SK No.335 Tahun 2003 tanggal 4 Agustus 2003 tentang pembukaan jurusan Ilmu Kelautan dan ditempatkan dibawah Fakultas MIPA dengan Ketua Prodi Dr. Musri Musman dan secara resmi mulai menerima mahasiswa baru perdana pada tahun itu juga.

Seiring dengan pesatnya perkembangan pembangunan bidang kelautan dan perikanan di Aceh, dirasakan kehadiran Jurusan Ilmu Kelautan belum mampu memenuhi kebutuhan akan tenaga ahli bidang kelautan dan perikanan secara menyeluruh, karena program studi ini lebih menfokuskan pada pengembangan ilmu dan teknologi kelautan, sehingga sektor perikanan sedikit terlupakan. Oleh karena itu Unsyiah kembali mengajukan rencana pembukaan prodi baru yaitu program Studi Budidaya Perairan dan berdasarkan SK Dirjen Dikti No. 975/D/T/ 2009 tanggal 18 Juni 2009 dan secara resmi mulai menerima mahasiswa baru tahun 2009, dengan Ketua Prodi Pertama Junaidi M. Affan, M.Si

Dengan kehadiran program studi baru ini, kemudian Rektor Unsyiah menarik program studi Ilmu kelautan yang telah duluan ada dari fakultas MIPA bergabung dengan program studi baru tersebut membentuk sebuah koordinatorat (setingkat fakultas) langsung berada dibawah koordinasi Pembantu Rektor I, berdasarkan SK Rektor Unsyiah Nomor: 083 tahun 2010, Tanggal 11 Januari 2010, sebagai cikal bakal pendirian Fakultas Kelautan dan Perikanan di Unsyiah dan Prof. Dr. Syamsul Rizal ditunjuk sebagai ketua pelaksananya sampai beliau mengundurkan diri karena dipercayakan oleh Rektor sebagai Direktur Pasca Sarjana Unsyiah pada akhir 2010, untuk mengantikan beliau ditunjuk Prof. Dr. Adlim, M.Sc sebagai Ketua Pelaksana mengantikan Prof. Syamsul.

Selanjutnya pada tahun 2011 dibuka Prodi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (PSP) berdasarkan SK Dirjen Dikti No: 324/E/O/2012, tanggal 24 September 2012 dengan Ketua Prodi perdana Rizwan, ST, M.Si untuk melengkapi dua prodi yang telah ada. Usaha untuk pembentukan fakultas semakin gencar dilakukan dan akhirnya izin pembentukan Fakultas Kelautan dan Perikanan keluar berdasarkan Mendikbud RI No: 3 Tahun 2014, tanggal 17 Januari 2014, Dekanan Pertama Adalah Prof. Dr. Adlim, M.Sc, Pembantu Dekan I. Prof. Dr. Muchlisin Z.A, S.Pi, M.Sc, Pembantu Dekan II. Drs. Muhammad, M.Si dan Pembantu Dekan III. Junaidi M. Affan, M.Si.